oleh

Per Hari Baru 2.000 Orang, Andrei Angouw Harap Tokoh Agama Yakinkan Masyarakat Agar Divaksin

Manado, Komentaren.net – Program Vaksin Hebat yang dilaunching Pemerintahan Kota Manado, dilakukan di berbagai lokasi seperti puskesmas, rumah-rumah ibadah dan kalangan industri seperti pariwisata dan hiburan malam, guna mempermudah masyarakat di Kota Manado mendapatkan vaksin.

Namun sejak vaksinasi hebat ini diluncurkan, Wali Kota Manado Andrei Angouw mengungkapkan, kesadaran dan antusiasme masyarakat untuk divaksin masih harus ditingkatkan lagi. “Sekarang base kita baru 2000 orang per hari yang divaksin. Saya targetkan 4.000 orang per hari,” ungkap Andrei Angouw dalam program GYMC (GMIM Yesus Memberkati Citraland) Talks yang dipandu Friko Poli, di ruang kerja Walikota Manado, Jumat (11/06/2021).

Tim Multimedia GYMC Talks bersama Wali Kota Manado, Andrei Angouw.

Angouw menjelaskan, target vaksin untuk warga Manado berusia 18 tahun ke atas adalah 350 ribu orang. “Untuk saat ini, kita telah melakukan vaksin terhadap 105 ribu orang. Kita kurang 250 ribu orang lagi yang akan divaksin, agar selesai 100 persen yang di atas 18 tahun. Kalau kita bisa 4.000 (per hari), itu kan (bisa) 2 bulan. Kalau kita seperti pada kisaran 2000 orang per hari, itu butuh waktu 4 bulan,” kata Angouw yang menegaskan, soal ketersediaan vaksin dan petugas yang melakukan vaksin, sudah tidak ada masalah.

Yang jadi kendala saat ini, lanjutnya, adalah kesadaran dan antusiasme masyarakat untuk melakukan vaksin, agar target Pemkot Manado bisa cepat tuntas. “Soal kebutuhan vaksin dan petugas, siap. Kini tinggal tergantung masyarakat saja,” tukas walikota.  

Untuk itu, dia sangat mengharapkan masyarakat berbondong-bondong datang ke lokasi vaksin yang disiapkan Pemkot Manado. Seperti halnya di puskesmas, tempat-tempat ibadah dan industri pariwisata bahkan hiburan malam.   

Bagi tempat ibadah yang akan dijadikan lokasi vaksinasi, walikota mengatakan tinggal menghubungi lurah atau camat yang nantinya akan meneruskan ke Dinas Kesehatan. “Sehingga bisa dijadwalkan sebagai lokasi vaksinasi,” katanya. Dia pun meminta tokoh agama agar bisa meyakinkan masyarakat, terutama di lingkungan tempat ibadah agar bisa mendaftar untuk divaksin.

Bahkan ditambahkannya, bukan hanya jemaat setempat saja yang bisa divaksin di tempat ibadah. Dari luar juga bisa. “Kita encoruage, bukan cuma jemaat, tapi masyarakat di sekitar. Supaya terjadi pembauran dan komunikasi, serta silaturahmi antar sesama pemeluk agama,” katanya.

Malah vaksin hebat ini, tidak hanya dibatasi masyarakat yang ber-KTP Manado saja. Namun terbuka juga terhadap masyarakat pendatang di Manado. “Kita vaksin semua, biar bukan KTP Manado. Org asing di sini pun kita vaksin,” tukas wali kota.

Dia juga menambahkan, jika ada komunitas masyarakat yang bisa mengumpulkan 200 orang untuk dilakukan vaksin, pihaknya bisa mengatur menyediakan tempat khusus sebagai lokasi vaksinasi. Sedangkan bagi mereka yang tidak memenuhi minimal jumlah tersebut, bisa dilakukan di puskesmas-puskesmas terdekat. Dan pendaftaran bisa dilakukan lewat aplikasi yang disediakan dan bisa dilihat di akun facebook Pemerintahan Kota Manado dan instagram.   

Seiring target 4000 orang divaksin per hari belum tercapai, Wali Kota Angouw mengajak seluruh masyarakat, agar saling mengingatkan dan melakukan sosialiasi, termasuk kalangan tokoh agama. “Jadi perlu ada sosialiasi, terutama tokoh-tokoh agama. Kenapa kita sasar rumah-rumah ibadah? Agar tokoh-tokoh agama berperan dalam mensosialsiasi dan mengajak masyarakat untuk divaksin,” katanya.

Saat ini diakuinya, banyak hoaks yang menakuti masyarakat untuk divaksin. “Untuk itu masyarakat perlu diberi keyakinan agar divaksin. Vaksin ini aman. Tidak mungkin pemerintah menyiapkan vaksin untuk mencelakakan masyarakatnya,” tukasnya.

Vaksinasi secepatnya dilakukan agar virus Covid-19 tidak lagi berpindah-pindah ke orang lain yang belum divaksin. Kalau vaksinasi sudah menyeluruh, virus tersebut tidak akan berpindah lagi dan akan hilang dengan sendirinya. “Untuk itu mari kita secepatnya serentak divaksin, agar nantinya ekeonomi kita akan bangkit dan berputar,” pinta Angouw.

“Saya harap Oktober nanti vaksinasi ini sudah tuntas dengan target 350 ribu. Nanti kalau ada kebijakan 18 tahun ke bawah akan divaksin, akan bertambah nantinya,” kata wali kota.

Dalam wawancara bersama GYMC Talks ini, Wali Kota Andrei Angouw didampingi Paulus Adrian Sembel. Sedangkan dari Tim Multimedia GYMC dipimpin langsung Sym dr Chally Tirajoh bersama para personil yang terdiri dari Cut, Alda, Lady, Glenn, Joel dan Dwight. GYMC Talks bersama Wali Kota Manado ini mengangkat tema “Peran Warga Gereja, ikut mensukseskan program vaksinasi pemerintah. (sbr/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *