oleh

12 Tim Indonesia Ikut World Intercity Championship 2020

Joune

Atas prakarsa Competition Online di Bridge Base Online yang dipimpin oleh Strizzi Maria Beatrice, Vianelli Simone, Pietro Martoreli dari Italia bersama Turnamen Director dari World Bridge Federation Maurizio Di Sacco juga dari Italia, mulai tanggal 18 Juli 2020 digelar World Intercity Championship 2020.

Untuk mengatasi perbedaan waktu, Panpel membagi dua divisi, yaitu Atlantic Division dan Pacific Division.
Babak penyisihan sistim Swiss 6 session. Saat ini Divisi Atlantik diikuti 22 team dari berbagai kota di Eropa, Amerika dan Afrika sedangkan Divisi pasifik diikuti 25 tim dimana ada 12 tim dari Indonesia. Setiap session diberikan waktu seminggu untuk menyelesaikan pertandingan.

Tim dari Indonesia datang dari Balikpapan, Padang, Depok, Tanggerang Selatan, Manado, Bangka, Banda Aceh dan 5 tim dari Surabaya.
Pada session 1, akan berhadapan Banda Aceh melawan Dakha, Padang vs Bangkok, Singapura vs Bangka, Tanggerang Selatan vs Depok, Bandung vs Surabaya dan sisanya 4 tim Surabaya saling berhadapan kemudian Manado vs Balikpapan.

Divisi Atlantik yang diikuti juga oleh Amerika dan Afrika maka nanti akan nanti dipertandingkan juga untuk mencari juara Afrika. Hal yang sama di Divisi Pacifik dimana nanti ada juara Australia sehingga lengkap 5 benua.
Menariknya event ini tidak banyak membuat aturan yang ketat karena semua dipercayakan kepada Kapten tim yang bertanding.

Panpel hanya berhubungan dengan Kapten tim untuk mendapat laporan hasil pertandingan dan kepada semua peserta selalu diberikan waktu untuk memeriksa hasil akhir. Jika terjadi perselisihan baru akan ditangani oleh pemimpin pertandingan. Turnamen ini sudah berjalan 3 tahun dan cukup sukses. Setelah selesai babak penyisihan maka 4 tim terbaik dari setiap benua akan berhadapan di semi final.

Di semi final dan final pertandingan sangat panjang karena harus memainkan 6 segmen @24 papan.
Pada saat semi final baru peraturan mulai lebih ketat dimana para pemain yang bertanding harus membuat “live” di Facebook saat mereka berada didepan computer pada waktu pertandingan.

(Oleh: Bert Toar Polii)