by

Tangan Dingin Joune Ganda Hadirkan Bridge Center Pertama di Indonesia

SEJAK dilantik sebagai Ketua Pengprov GABSI (Gabungan Bridge Seluruh Indonesia) di Sulawesi Utara (Sulut) Agustus 2019 oleh Ketum PB GABSI Miranda S. Goeltom, Joune Ganda SE (JG) langsung tancap gas memperbaiki manajemen kepengurusan dan menyiapkan fasilitas olahraga asah otak ini.

Dengan misi melahirkan atlit-atlit bridge pengganti legenda hidup Henky Lasut dan Eddy Manoppo, pria yang akrab diinisial dengan JG ini, secepatnya merampungkan “Bridge Centre Henky/Eddy” yang kurang layak digunakan.

Hasilnya sungguh luar biasa, sarana latihan yang berfungsi sebagai bridge center untuk mencetak atlet berprestasi Sulut itu terwujud hanya dalam waktu 3 bulan sejak JG dilantik menakhodai Gabsi Sulut. Bahkan fasilitas yang diwujudkan JG itu boleh dikata menjadi barometer di Indonesia, sebagai bridge center pertama di negeri ini.  

Kehadiran Bridge Center Henky /Eddy resmi kembali beroperasi tanggal 9 November 2019 yang ditandai dengan ibadah syukur. Fasilitas ini pun akan segera dimanfaatkan menggelar seleksi pembentukan tim Bridge Sulut yang akan berlaga di Pra-Pon, cabang olahraga bridge yang akan berlangsung pada tanggal 5-9 Desember 2019 di Bandung.

“Ini adalah rumah kita bersama.” Dan sebagai tuan rumah, kita harus menjaga dan merawatnya agar awet dan betmanfaat. Demikian pernyataan JG, pengusaha nasional asal Minahasa Utara yang telah banyak berkiprah dalam membantu berbagai fasilitas di tengah masyarakat.

Renovasi gedung yang terletak dekat Stadion Klabat itu diakui JG sebagai agenda yang diprioritaskan dalam rapat pengurus Gabsi Sulut pasca pelantikan dirinya sebagai Ketua Pengprov Gabsi Sulut. Dan kini JG langsung membuktikan keseriusannya untuk mengangkat bridge Sulut yang telah banyak mengharumkan nama daerah bahkan merah puytih di dunia internasional.

Pemberian diri tanpa pamrih JG tersebut, adalah demi mewujudkan visi dan misinya, akan hadirnya atlet-atlet berbakat bridge Sulut di masa depan yang akan berbicara tak hanya di tingkat nasional, namun mancanegara. Salut bagi JG, sentuhan tangan dinginnya telah menghadirkan bridge center pertama di Indonesia.

JG pun menyatakan, langkah selanjutnya sebagai nakhoda Gabsi Sulut, dia bersama para pengurus akan memberdayakan bridge center tersebut, sebagai trigger menciptakan para pemain bridge dunia. “Kita kembangkan dari tempat ini, untuk mengikutkan atlet-atlet daerah ke iven nasional maupun internasional,” kata Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPD PDIP Sulut ini. Salut ! (kim/*)  

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed