by

Lead 4th Best & Rule of Eleven

PROBLEM yang dihadapi cabang olahraga mana pun di Indonesia, salah satunya ialah pembibitan. Jurang pemisah antara atlet senior dan junior kadang begitu dalam. Akibatnya transfer ilmu bisa berjalan tersendat. Nah, sebagai awal menjadi atlet muda, perlu pemahaman tentang teori dasar yang harus dikuasai.

Sejumlah teori dasar yang harus dikuasai kita mulai untuk teori untuk defense yaitu lead fourth best dengan rule of eleven. Lead fourth best merupakan salah satu konvensi tertua yang kabarnya sudah digunakan sejak permainan bridge masih bernama ‘whist’. Karena mudah dan praktis maka sampai saat ini masih digunakan oleh banyak pemain.

Pada 1889, R F Foster menemukan Rule Of Eleven yang merupakan alat penghitung ajaib yang dirancang untuk menerjemahkan opening lead. Disebut lead fourth best karena lead kartu keempat dari warna yang panjang. Sebagai contoh, pegang S KJ7654 maka harus lead S6 sebagai kartu nomor 4 dihitung dari kartu tertinggi King.

Rule of eleven ialah apabila kartu yang di-lead merupakan kartu keempat maka kurangi angka yang di-lead dengan 11, dan hasilnya ialah jumlah kartu yang lebih besar daripada angka yang di-lead yang dipegang oleh ketiga pemain lainnya (tidak termasuk yang lead).
Sebagai contoh :
S K 5 2 (dummy)
Partner Lead S7 S A J 9 3 (Anda)

Terhadap kontrak 3NT dari Selatan di mana Barat lead S7 dan di dummy main S2, Timur cukup main S3. Mengapa? Karena jika kita hitung sesuai Rule Of Eleven maka 11-7 = 4 yang berarti ada 4 kartu yang lebih tinggi dari angka yang dipegang oleh Utara, Timur dan Selatan sebagai declarer. Karena di dummy punya 1 angka yang lebih tinggi, yaitu K, sedangkan Timur punya 3 yaitu AJ9 maka berarti Selatan tidak punya.

Dengan kata lain, Barat lead dari pegangan S Q1087. Tanpa aturan ini, umumnya pemain akan main SJ dan kemudian berusaha mencari entry ke Barat untuk serang Spade lagi. Kalau Barat punya entry tidak ada masalah, tapi kalau tidak punya berarti kerugian besar.

Kita lihat contoh dalam permainan:
♠ K 6 4
♥ A Q J 2
♦ 8 5 2
♣ A 8 6
♠ Q 10 8 7 ♠ A J 9 3
♥ 7 5 4 ♥ K 9 3
♦ Q 6 4 3 ♦ J 10 7
♣ J 5 ♣ 9 7 4
♠ 5 2
♥ 10 8 6
♦ A K 9
♣ K Q 10 3 2

Barat Utara Timur Selatan
1♣
Pass 1♥ Pass 1NT
Pass 3NT //

Terhadap kontrak 3NT dari Selatan, Barat lead S7 di mana di dummy main S2. Timur yang sudah paham menggunakan Rule Of Eleven dengan tenang main S3. Barat selanjutnya main SQ dan kontrak 3NT sudah tidak bisa diselamatkan karena akan kalah 4 trik Spade dan 1 trik Heart yang tidak bisa dihindari.

Coba kita lihat apa yang terjadi jika pemain Timur tidak akrab dengan Rule Of Eleven ia akan main SJ atau S9 dan sesudah itu berusaha mencari entry untuk menyeberang ke Barat. Sayang sekali, Barat tidak punya entry yang membuat declarer mempunyai kesempatan untuk bebaskan Heart dan kontrak 3NT bikin.

Sekadar informasi, bagaimana sehingga muncul aturan ini. Setiap warna kartu diberi angka 2 sampai 10. Untuk AKQJ diberi angka khusus 11 untuk J, 12 untuk Q, 13 untuk K dan 14 untuk A. Berdasarkan ini maka dengan mudah kita menghitung Rule Of Eleven. Misalnya lead angka 6 berarti ada 8 angka (14-6) yang lebih tinggi dari angka 6 yang terbagi di empat tangan.

Karena yang lead memiliki 3 angka di atas angka 6 (karena lead dari kartu nomor 4) berarti di tangan lagi ada 5 angka yang lebih besar 6. Akibat aturan ini kalau lead Jack berarti ada 0 angka yang lebih besar atau dengan kata lain lead Jack (11), Q (12), King (13) dan Ace (14) berarti rule of eleven tidak berlaku. (*)

(Oleh : Bert Toar Polii)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed