by

Gubernur Olly Bagikan 1000 Sertifikat Redistribusi (Redis) di Minahasa

GUBERNUR Sulawesi Utara Olly Dondokambey membagikan 1000 sertifikat redistribusi (redis) untuk empat desa di Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Jumat (19/06/2020). Keempat desa tersebut yaitu Desa Poopoh, Desa Teling, Desa Kumu dan Desa Pinasungkulan.

Redistribusi tanah adalah pembagian tanah-tanah yang dikuasai oleh negara dan telah ditegaskan menjadi objek landreform yang diberikan kepada para petani penggarap yang telah memenuhi syarat ketentuan Peraturan Pemerintah No. 224 Tahun 1961 yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan sosial ekonomi rakyat

Gubernur Olly membagikan sertifikat redis secara simbolis kepada warga sambil didampingi Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen dan Bupati Minahasa Roy Roring. Pada kesempatan itu, Olly menjelaskan kepada warga bahwa objek sertifikat redis merupakan tanah negara yang diberikan kepada masyarakat.

“Penyerahan sertifikat ini bukang sertifikat yang biasa-biasa ini karena ini redis jadi tanah negara diberikan gratis ke masyarakat. Beda dengan beking sertifikat gratis, ini pemberian tanah negara sudah disertifikatkan untuk masyarakat, ini semua program pemerintah pusat tetapi di seluruh Indonesia baru di Sulut ada begini. So dua tampa torang serahkan satu di Mitra dan satu di Minahasa,” kata Olly usai menyerahkan secara simbolis sertifikat redis kepada penerima.

Selain di Minahasa, Olly juga memastikan sertifikat redis akan dibagikan juga di daerah lainnya di Sulut. “Nanti di Minut torang serahkan satu, satu lagi di Bitung, jadi so empat tampa. Nanti berikut baru kabupaten-kabupaten lain jadi semua tanah-tanah negara yang sudah tidak dikelola kembali oleh pemegang HGU nya, pemerintah provinsi mempunyai kebijakan memberikan kepada instansi atau masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Olly.

Disamping itu, Olly mengimbau masyarakat untuk tidak menjual tanah yang telah disertifikasi redis. “Tapi masyarakat jang sampe dapa seritifikat trus pi jual, kalo pi gade di bank for bisnis boleh, tapi kalo jual jangan karena ini modal bagi kita semua karena ini tugas pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat dalam rangka memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Jadi saya kira kita harus dukung seluruh program yang ada di saat ini agar supaya Sulut bisa berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Terkait penanganan pandemi Covid-19, di lokasi yang sama, Gubernur Olly juga kembali mengimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan ditengah pandemi covid-19 dalam era new normal. “Saya juga mengimbau kalo torang samua pake-pake masker seperti ini kegiatan apapun torang nda perlu ragu, didalam rumah harus pake masker, pemerintah provinsi so menyiapkan masker so berbage, didalam kantong situ ada masker, jadi pake itu masker agar supaya kegiatan ekonomi torang boleh berjalan,” imbuhnya.

“Beso kita somo beking Pergub baru tentang new normal artinya kegiatan boleh berjalan tetapi torang harus mengikuti protokol Covid-19, supaya ekonomi bisa berjalan. Kalau torang cuma perangi Covid-19 badiam di rumah, tutup sini tutup sana betul Covid-19 akan berkurang tetapi akan timbul virus baru, virus kelaparan karena orang nyanda bekerja, lapar. Jadi mari torang sama-sama beriringan torang tangani virus Covid-19 baru torang tangani juga torang pe pekerjaan sehingga ekonomi di Sulut bisa berputar dan berjalan dengan baik,” lanjutnya. Lebih lanjut, Olly juga menyinggung soal membaiknya harga kopra saat ini harus dimanfaatkan petani.

“Para petani juga bersyukur sekarang kelapa pe harga Rp.7400 per kg, pi jual di Bitung, gubernur kemarin pi jual baru Rp.7200 karena gubernur datang dorang iko kase nae Rp.7400 kan itu maksud supaya masyarakat merasakan dan kita so cek disana berapa banyak pun kita jual kelapa , kopra dorang tampung, nyanda ada pembatasan, jadi bawa langsung kesana. Gubernur so buka Gubernur pe account itu, bilang joh Gubernur pe kopra dorang iko bli dengan harga maksimal, mar depe doi ngoni ambe bukan Gubernur ambe,cuma depe account penjualan harus ada, kita so buka akang pa ngoni disitu jadi so boleh petani so boleh jual langsung disana, mar kalo boleh kumpul satu kali sama-sama isi satu truk kong bawa kalo nyanda rugi di angkutan isi satu truck sekitar 4 – 5 ton baru bawa supaya hemat di angkutan supaya masyarakat boleh dapa untung lebih baik daripada hasil sekarang,” urai Olly.

Sebagai informasi, kegiatan penyerahan sertifikat redis dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial sebanyak 1.049 paket sembako dengan perincian Desa Poopoh 272 paket, Desa Teling 387, Desa Kumu 267 dan Desa Pinasungkulan 123.

Sementara itu, Bupati Minahasa Roy Roring mengapresiasi pembagian sertifikat redis untuk warganya. “Kita di empat desa mendapat redis 1000 bidang. Untuk itu atas nama pemerintah dan seluruh warga, rakyat Minahasa terlebih khusus di empat desa ini menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur dan rombongan yang sudah mengunjungi dan sudah mau berbagi warga masyarakat.

Jadi seluruh warga masyarakat yang ada dapa ini bantuan,” kata Roring. Sebagai informasi, kegiatan penyerahan sertifikat redis dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial sebanyak 1.049 paket sembako dari Pemprov Sulut untuk warga Minahasa dengan perincian di Desa Poopoh 272 paket, Desa Teling 387 paket, Desa Kumu 267 paket dan Desa Pinasungkulan 123 paket sembako. (hubmaspemprovsulut.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed