by

Andrei Angouw, Antara Zona Nyaman dan Tugas Partai

PILKADA 2020 di Kota Manado, merupakan salah satu target utama PDI Perjuangan (PDIP) untuk dimenangkan. PDIP sendiri selama ini tidak pernah merebut top eksekutif di Manado. Namun sejak memenangkan Pemilu 2019 dan berhasil mendominasi DPRD Kota Manado, kini jalan terbuka lebar bagi PDIP untuk pertama kalinya merebut kursi pemerintahan di Tikala (Kantor Pemkot Manado).

PDIP telah menjaring sejumlah figur untuk diusung dalam misi memperebutkan top eksekutif. Saat ini ada dua figure yang menguat, yakni Andrei Angouw (AA) dan Royke O. Roring (ROR). AA menjabat Ketua DPRD Sulut dan ROR menjabat Bupati Minahasa.

Kabat terakhir menjelang pengumuman pasangan calon (paslon) PDIP untuk Manado, nama AA makin menguat. AA tercatat salah satu pengusaha sukses Sulut yang juga sukses dalam karir politik. Karir politis Andrei Angouw sendiri saat ini sedang di puncak. Ketua DPRD Sulut adalah jabatan bergengsi di pentas perpolitikan. Hal ini diakui AA.  

Bahkan dia mengatakan, jabatan Ketua DPRD Sulut yang diembannya saat ini, sudah melebihi ekspektasinya ketika terjun di dunia politik. Kini untuk turun bertarung di Pilkada Manado, AA dipastikan harus menanggalkan jabatan tersebut. Tak hanya jabatan ketua dewan, AA juga harus mundur sebagai anggota DPRD jika maju di Pilkada.

Mungkin jika disuruh memilih sesuai hati nurani, AA lebih memilih untuk tetap mengemban jabatan Ketua DPRD Sulut dibandingkan harus turun di Pilkada yang belum tentu dimenangkan. Padahal konsekuensinya, kalah atau menang di Pilkada, kursi legislatif harus dilepasnya.

Namun sebagai anggota partai, AA menunjukkan diri sebagai sosok loyalis. Dia siap ditugaskan partai mesti harus keluar dari zona nyaman. AA mengakui, jabatan dan karir politik yang diperolehnya saat ini tak lepas dari jasa PDIP.  

 “Saya adalah kader PDI Perjuangan. Sebagai Kader, Saya selalu siap untuk ditugaskan oleh Partai. Saya sangat yakin bahwa tanpa PDI Perjuangan, saya tidak akan pernah masuk dalam catatan sejarah sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara,” kata AA.

Instruksi partai (PDIP) merupakan amanah yang tidak bisa ditolaknya.  “Saya menunggu instruksi lebih lanjut dari pimpinan Partai. Dan seandainya ditugaskan, Saya akan 100% menseriusi dan berusaha menuntaskan amanat Partai. Saya tidak mungkin membangkang dari keputusan partai, saya bukan malin kundang,” tegas AA terkait namanya yang berhembus kuat akan diusung PDIP di Pilkada Manado 2020.

Beban di pundaknya memang tidak mudah. Di Pilkada Manado, AA harus melawan duet Paula- Mor yang disebut-sebut menjadi paslon ‘petahana’ yang bakal ditopang GSVL selaku walikota. GSVL baru akan mengakhiri jabatannya di tahun 2021. Eksistensi GSVL di top eksekutif akan memperkuat paslon Paula-Mor. PDIP dalam hal ini AA harus bekerja keras. Raihan dominasi suara di Pemilu Legislatif tidak menjamin akan sukses di Pilkada. (mon/*)   

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed